Penerapan Kurikulum Darurat, Anggota DPR: Kemendikbud Harus Perhatikan Kesenjangan Infrastruktur Daerah

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Di tengah penyesuaian Kurikulum Darurat dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), Kemendikbud diminta memperhatikan kesenjangan infrastruktur antar daerah. Terutama daerah dan pusat serta daerah tertinggal dengan perkotaan dalam menyusun dan menerapkan kurikulum darurat tersebut.

“Kurikulum itu harus mempunyai fokus dan target yang jelas agar mudah diterjemahkan di lapangan, baik oleh guru dan sekolah maupun oleh peserta didik dan wali murid,” kata Anggota Komisi X DPR, Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (10/8).

Kurikulum darurat tersebut, lanjut dia, juga harus membuat penilaian akhir terhadap siswa lebih fleksibel. Sekolah dan guru diberikan kebebasan dalam memberikan penilaian bagi para murid.

“Maka, kreativitas guru juga perlu ditingkatkan untuk merespon situasi yang tidak normal atau darurat tersebut,” ujarnya.

Kurikulum darurat juga harus tetap memastikan siswa memiliki kompetensi dasar dan memperhatikan pembentukan karakter siswa. Dan secara prinsip, perubahan yang terjadi dalam jangka waktu singkat akibat kurikulum darurat ini perlu dimaklumi oleh semua pihak.

“Di tengah keterbatasan Kurikulum Darurat tersebut, kami berharap kebijakan ini bisa menjadi awal bagi kemendibud untuk mengevaluasi carut marut sistem pendidikan kita selama ini. Kemendikbud harus memperhatikan semua masukan baik dari hasil Rapar Kerja dengan Komisi X DPR dan masuk dari berbagai stakeholder lain untuk untuk bisa merumuskan sistem pendidikan new era atau era baru di tengah pademi ini,” ujarnya. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here