Tito Anggap Covid-19 Bisa Melemah Sendiri, Epidemiolog: Sungguh Berbahaya

Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Pakar epidemiologi, Hermawan Saputra menanggapi pernyataan Mendagri Tito Karnavian bahwa virus corona dapat melemah sendiri. Tito menyatakan pandemi bisa berakhir karena virusnya melemah sendiri serta dikombinasikan dengan proses herd immunity.

“Dari statement Pak Tito bahwa virus ini dari Tuhan dan Tuhan yang menyelesaikan dan berbasis immunity, jadi seolah-olah kita diarahkan pada herd immunity. Artinya tidak ada intervensi optimal dari pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19,” kata Hermawan kepada Indonesiainside.id, Selasa (11/8).

Ia mengatakan bahwa pernyataan Tito sangat berbahaya apabila masyarakat salah memaknai. Karena sama saja masyarakat dihadapkan pada herd immunity, siapa yang imunitasnya kuat dia berhasil melawan Covid-19, sedangkan yang lemah, maka akan gugur atau meninggal.

“Ini sungguh berbahaya kalau kita dibiarkan herd immunity, tapi saya yakin tidak demikian ya, pernyataan Pak Tito dimaknai dengan orang meningkatkan imunitasnya, maka virus itu akan lemah dalam tubuh orang yang antibodinya bagus,” kata dia.

“Ini bisa saja dimaknai positif, apabila tujuannya ke arah sana, tapi kalau berharap imunitas kelompok, rasa-rasanya cukup naif ya karena pandemi ini masih mendunia dan menyakitkan, tidak bisa virus corona kita samakan dengan influenza karena hal yang sangat berbeda,” lanjutnya.

Sebelumnya, Tito menyampaikan ada kemungkinan virus corona (Covid-19) bisa melemah dengan sendirinya. Hal itu menjadi skenario akhir penanda berakhirnya pandemi corona yang telah mewabah di dunia selama ini.

“Lalu skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri. Kita percaya virus ini dari Tuhan, dan Tuhan yang bisa menyelesaikannya,” kata Tito dalam webinar bertema ‘Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19’ melalui kanal Youtube Taruna Merah Putih (TMP), Senin (10/8).

Mantan Kapolri ini menyatakan kasus virus yang melemah dengan sendirinya pernah terjadi saat dunia dilanda pandemi Spanish Flu atau flu spanyol pada medio tahun 1918-1920 silam. Herd immunity merupakan kondisi saat sebagian besar orang dalam suatu kelompok tertular lalu sembuh dan memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu.

Penerapan herd immunity secara alamiah artinya membiarkan orang-orang terinfeksi virus hingga 70 persen. Maka, virus influenza saat ini dianggap hanya sekadar penyakit biasa karena seiring berjalannya waktu melemah dengan sendirinya.

“Sampai hari ini, kita alami sendiri seperti flu dan seperti penyakit biasa, antara tahun 1920 itu penyakit mematikan,” kata Tito. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here