Anggaran Kesehatan Capai Rp169,7 T, DPR: Harus Dirasakan Seluruh Masyarakat

Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggaran kesehatan yang disiapkan dalam Rancangan APBN 2021 sebesar Rp169,7 triliun tidak boleh tersentralisasi. Anggaran tersebut harus disalurkan pada program-program yang merata dan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Jika hanya di perkotaan saja berarti kan belum cukup. Jangan sampai ada ketidakadilan dalam distribusi anggaran ini,” kata Saleh di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Ucapan Saleh tersebut menyikapi pidato Joko Widodo mengenai RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan. Saleh meminta anggaran kesehatan tersebut harus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas kesehatan agar masalah medis masyarakat dapat tertangani dengan baik.

Selain masalah pandemi Covid-19, anggaran tersebut juga harus dialokasikan untuk menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat. Saleh mengingatkan masih terdapat penyakit yang kerap menimbulkan korban jiwa di Indonesia karena belum ditangani dengan baik seperti turbekolosis dan demam berdarah dengue (DBD).

“Oleh karena itu, anggaran ini harus dikoordinasikan sehingga anggaran ini bermanfaat untuk menangani seluruh masalah kesehatan, tidak hanya Covid-19 saja,” ujarnya.

Saleh mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi penggunaan anggaran tersebut, jika nantinya disetujui oleh parlemen. Anggaran tersebut baru bisa dipastikan mencukupi dan tepat, jika perencanaan penggunaan dan realisasi anggaran benar-benar efektif menyelesaikan masalah kesehatan dan juga merata ke seluruh Tanah Air.

“Apakah cukup anggarannya? Ada dua hal ukuran menilainya. Pertama bagaimana efisiensi anggaran itu dan kedua bagaimana anggaran tersebut bisa menjangkau seluruh wilayah di negara ini,” ucapnya.

Presiden Jokowi akan menaikkan anggaran kesehatan pada 2021 hingga Rp169,7 triliun atau setara 6,2 persen dari total belanja APBN. Jumlah tersebut naik dari anggaran kesehatan tahun 2020 sebesar Rp132,2 triliun. Berdasarkan anggaran tersebut, pemerintah berencana untuk meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui, balita, penanganan penyakit menular, serta akselerasi penurunan stunting.

“Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp169,7 triliun atau setara 6,2 persen APBN, diarahkan terutama untuk peningkatan dan pemerataan dari sisi suplai, serta dukungan untuk pengadaan vaksin,” kata Jokowi. (ASF/ANT)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here