Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Penanggung Jawab Lumbung Pangan, Demokrat: Harusnya Menteri Pertanian

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan. Foto: kabarindoraya.com

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengkoreksi pemerintah soal lumbung pangan (food estate) yang ditangani Menteri Pertahanan.

Menurut anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu, seharusnya penanggung jawab bidang tersebut Menteri Pertanian.

“Jadi yang terlibat kalau menyangkut masalah food estate, kalau bisa yang menjadi domain penanggung jawabnya. Kalau bisa ya Menteri Pertanian, jangan Menteri Pertahanan, misalkan,” kata Syarief di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Syarief menambahkan, Menhan bisa terlibat dengan berkoordinasi dan bersinergi, namun tetap yang bertanggung jawab adalah pihak yang paling mengetahui tentang bidang (food estate) itu tersendiri.

“Bisa berkoordinasi dan disinergikan dengan Menteri Pertahanan, tapi tetap yang bertanggung jawab yang paling mengetahui tentang itu tersendiri,” ucap Syarief.

Ia mengatakan masalah mendasar yang terjadi sekarang adalah bagaimana para menteri bisa menterjemahkan misi presiden di lapangan pekerjaannya.

Terlebih, menurut Syarief, di masa pandemik dan kesulitan ekonomi saat ini, secara eksplisit, Presiden dalam pidatonya menyatakan masih optimistis masih bisa menangani persoalan bangsa itu.

Namun, masyarakat berharap di lapangan, setiap misi yang dilakukan oleh pemerintah melalui para menteri yang bertanggung jawab harus bisa transparan dan akuntabel agar sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Kami juga menyikapi agar setiap misi yang dilakukan itu dilakukan transparan dan akuntabel. Saya pikir (food estate) ini merupakan jalan keluar bagaimana mengatasi dan mengantisipasi akibat dari pada pandemik COVID-19 ini. Namun, kami mengharapkan ini dilakukan secara transparan, akuntabel dan betul-betul sesuai dengan prosedur yang diinginkan. Ini salah satu catatan dari kami,” tukas Syarief. (Ant/Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here