PBB Minta Akses Houthi Periksa Kapal Tanker Minyak Safer

Kapal tanker Safer yang disandera Houthi. Foto: Voa

Indonesiainside.id, Jenewa – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam terkait kondisi kapal tanker minyak Safer yang bersandar di pantai barat Yaman dan meminta akses untuk PBB guna melakukan evaluasi, tutur juru bicaranya pada Jumat (14/8).

Guterres mendesak agar segala hambatan terhadap upaya mitigasi dari bahaya yang ditimbulkan tanker tersebut disingkirkan tanpa penundaan, ujar Juru Bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Sebuah kapal terlihat di pelabuhan Hodeidah di Hodeidah, Yaman, pada 14 Mei 2019. Misi pemantauan PBB di Yaman pada Selasa (14/5) menyambut baik penyerahan keamanan pelabuhan Hodeidah dari kelompok pemberontak Houthi kepada penjaga pantai.

Guterres secara khusus mendesak pemberian izin akses tanpa syarat kepada tim pakar teknis independen untuk naik ke kapal tanker itu guna mengevaluasi kondisinya dan melakukan perbaikan awal yang memungkinkan. Evaluasi teknis ini akan memberikan bukti ilmiah penting untuk langkah yang akan diambil selanjutnya guna menghindari bencana, imbuh pernyataan itu.

Kapal tanker yang lama terbengkalai itu hampir tidak mendapatkan pemeliharaan sejak 2015 dan berisiko menimbulkan tumpahan minyak dalam jumlah besar, ledakan, atau kebakaran yang akan membahayakan lingkungan serta menimbulkan konsekuensi kemanusiaan bagi Yaman dan kawasan sekitarnya, lanjut pernyataan itu.

Terlebih lagi, potensi kebocoran minyak ke Laut Merah akan sangat merusak ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup 30 juta orang di seluruh kawasan tersebut. Lebih lanjut, kebocoran minyak akan membuat pelabuhan Hodeidah terpaksa ditutup selama berbulan-bulan, yang akan memperparah krisis ekonomi Yaman yang telah sangat terpukul serta memutus akses makanan dan komoditas penting lainnya bagi jutaan orang, ungkap pernyataan itu memperingatkan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here