WCC Palembang: Kekerasan Gender Lewat Aplikasi Meningkat dikala Pandemi

Indonesiainside.id, Jakarta – Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan (Women’s Crisis Center ) Palembang menyebut kekerasan berbasis gender melalui aplikasi daring selama pandemi COVID-19 lima bulan terakhir meningkat dan menjadi perhatian khusus karena dipengaruhi masifnya penggunaan platform digital.

Direktur Eksekutif Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi, Sabtu, mengatakan kekerasan berbasis gender paling banyak berupa penyebaran foto-foto pribadi disertai ancaman sehingga menimbulkan trauma bagi wanita-wanita yang menjadi korban.

“Ada peningkatan 30 – 40 persen berdasarkan jumlah korban-korban yang mengadu ke WCC, rentang usia korban 15 – 28 tahun,” ujarnya.

Menurut dia, kekerasan berbasis gender daring sudah banyak terjadi sebelum adanya COVID-19, namun saat ini terjadi peningkatan karena tingginya penggunaan platform digital membuat para pelaku lebih berani untuk mengunggah konten-konten pribadi.

Konten-konten pribadi berupa foto-foto intim saat pacaran tersebut diunggah dengan lebih dulu disertai ancaman, kata dia, biasanya dilakukan oleh pria yang diputuskan oleh pacarnya atau pria yang meminta uang kepada pacar wanitanya namun tidak diberikan, kondisi ini termasuk kekerasan dalam pacaran (KDP).

Namun tidak jarang para pelaku merupakan para peretas tidak bertanggung jawab yang mencuri foto maupun video pribadi seorang wanita dari gadgetnya tanpa diketahui, kemudian menyebarluaskan foto-foto pribadi ke internet, terhadap kejadian seperti itu maka ia mengimbau para korban segera melapor ke polisi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here