Gedung Kejagung RI Terbakar, Suhendra: Awas! Polri dan KPK Sasaran Berikutnya

Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono di lokasi gedung Kejagung yang terbakar. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono mendesak Bareskrim dan Jam Intel kejagung menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8).

“Mengingat status kelembagaan di mana kejaksaan adalah salah satu pilar penegakan hukum di negara kita. Jangan sampai terjadi polemik di masyarakat ada kecurigaan kebakaran ini disengaja terkait kasus-kasus di Kejagung,” ujar Suhendra di tempat kejadian perkara (TKP).

Dia menjelaskan perkara yang kini menjadi sorotan publik, antara lain mulai dari kasus Djoko Tjandra, dugaan korupsi PT Jiwasraya, pencopotan tiga JAM (Jaksa Agung Muda). Kemudian pernyataan Antasari tentang Untung dan Jaksa yang menangani novel diketahui meninggal dunia secara mendadak dinyatakan Covid-19 tanpa visum et repertum.

Suhendra berpendapat, simpul titik api memanfaatkan arah angin dari depan ke belakang, sehingga mempercepat proses pembakaran.

“Dan kenapa hal tersebut terjadi pada hari Sabtu. Karena memanfaatkan kekosongan gedung,” katanya.

Pengamat intelijen ini mensinyalir, setelah Kejagung, sasaran berikutnya bisa jadi Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bareskrim dan JAM Intel harus segera meng clearence hal ini,” ujarnya.

Dia menyesalkan pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dan Menko Polhukam Mahfud Md yang terlalu dini mengambil kesimpulan.

“Mereka menyimpulkan tak ada berkas perkara (penyelidikan dan penyidikan) yang terbakar. Selembar pun tak ada yang berkurang, kata mereka. Itu kesimpulan yang premature,” cetus Suhendra.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here