BNPB Siagakan 6.000 Personel Antisipasi Karhutla

karhutla
ilustrasi kebakaran hutan

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 6 ribu personel di provinsi-provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Humas, dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati menuturkan para personel ditugaskan di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Keenam provinsi tersebut kini telah menetapkan status siaga darurat karhutla.

BNPB juga meminta pemerintah daerah mengutamakan langkah pencegahan karhutla, misalnya dengan memadamkan titik api sedini mungkin melalui darat maupun di udara.

“Setiap provinsi mendapatkan dukungan seribu personel, terdiri TNI dan Polri 40 persen, Manggala Agni 20 persen, masyarakat 30 persen, dan berbagai unsur 10 persen,” kata Raditya melalui siaran pers, Rabu.

Berdasarkan data yang ditampilkan pada situs “SiPongi Karhutla Monitoring System” milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebanyak 64.600 hektare lahan di Indonesia terbakar sepanjang 2020.

KLHK juga mencatat ada 667 titik panas pada Agustus 2020, melonjak dibandingkan Juli 2020 yang hanya 114 titik panas.

Raditya menuturkan upaya pemadaman dilakukan dengan pengeboman menggunakan air dan teknologi modifikasi cuaca.

Sebanyak 28 helikopter telah dikerahkan di enam provinsi tersebut untuk pengeboman air dan pemantauan.

Selain itu, BNPB juga mengerahkan armada baru helikopter Chinook dan Black Hawk.

“Komposisi (helikopter) ini dapat digerakkan ke wilayah yang lain dengan tingkat keparahan yang berbeda,” ujar dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here