Soal RUU Cipta Kerja, Ketua DPR RI Minta Aspirasi Disampaikan Secara Legal dan Formal

Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta serikat pekerja untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait RUU Cipta Kerja secara legal dan formal, tidak melalui aksi unjuk rasa. Menurut dia, parlemen akan menyerap semua aspirasi terkait draft dari Omnibus Law tersebut.

“DPR RI yang merupakan rumah rakyat. Membuka pintu bagi kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasinya secara legal, dan formal dengan mendata berbagai persoalan terkait RUU Cipta Kerja,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (25/8).

Puan juga menjanjikan proses pembahasan RUU tersebut berjalan secara transparan dan cermat. Ia memaparkan, aksi unjuk rasa berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19 dan menimbulkan kemacetan.

“DPR RI mengajak kelompok buruh yang memiliki aspirasi untuk berjuang tidak lewat aksi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya, dan berpotensi jadi klaster penyebaran Covid-19,” paparnya menambahkan.

Pada 20-21 Agustus 2020 lalu, perwakilan serikat pekerja telah bertemu dengan DPR dan menghasilkan kesepahaman terkait klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja. Puan menuturkan, kesepakatan tersebut di antaranya tentang hubungan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri. (RAM/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here