Annggota DPR Nilai Pemerintah Terburu-buru Putuskan Vaksin Sinovac

Foto yang disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) ini menunjukkan vaksin COVID-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Moskow, Rusia, Kamis (6/8/2020). Xinhua/RDIF

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR, Sukamta menilai pemerintah terkesan terburu-buru dengan memutuskan vaksin produksi Sinovac yang akan digunakan. Padahal uji klinis tahap tiga yang dilakukan Sinovac bekerjasama dengan Biofarma belum keluar hasilnya, qpakah efektif menangkal virus Covid-19 atau tidak.

“Kemudian penelitian-penelitian terbaru menunjukan bahwa Covid-19 mengalami mutasi sehingga dimungkinkan ketika uji klinis tahap 3 berhasil namun pada saat vaksinasi secara massal Covid19 telah memiliki mutasi berbeda sehingga tidak efektif,” kata wakil ketua fraksi PKS DPR ini, Kamis (27/8).

Ia menduga, pemerintah sedang mempengaruhi psikologi masyarakat dan khususnya pelaku bisnis dengan memberikan keyakinan bahwa pemerintah di jalan yang benar dalam penanganan Covid-19 setelah mengadakan perjanjian komitmen penyediaan vaksin. Namun, langkah pemerintah ini bisa menjadi blunder dikemudian hari apabila ternyata vaksin Covid-19 ini tidak efektif, sehingga berdampak pada rentannya kesehatan masyarakat dan kerugian negara.

“Kami berharap kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga kehati-hatian dalam menentukan vaksin. Vaksin harus enar-benar tepat dan efektif untuk melindungi masyarakat di Indonesia,” ujar legislator asal DI Yogyakarta ini.

Karenanya, Sukamta berpesan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, menunggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun walaupun kelak ditemukan obat maupun vaksin. Pemerintah melalui kementrian BUMN dan Kemenlu  telah terjalin kerjasama produksi vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal China Sinovac.

Alasan pemerintah memilih Sinovac berdasarkan pada berpengalaman Sinovac dalam hal pengembangan vaksin SARS kemudian, mempunyai produk yang memenuhi pre-kualifikasi WHO dan kesamaan platform produksi dengan Bio Farma yakni inactivated vaccine. Namun menurut info yang beredar luas vaksin produksi Sinovac merupakan vaksin dengan harga termahal dibandingkan dengan vaksin Covid-19 yang di produksi oleh perusahaan lain dan belum teruji efektif mematikan virus Covid-19

“Upaya menenangkan masyarakat perlu, namun jangan sampai berbuah kerugian baik bagi rakyat maupun negara,” katanya.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here