Kisah Supir Bus Sekolah Pengantar Pasien Covid-19: Panas, Lapar, Haus hingga Pingsan

Pengemudi bus sekolah bertugas mengantar pasien Covid-19 tanpa gejala ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta. Bus-bus sekolah ini bisa mengangkut puluhan hingga ratusan pasien per hari. (Tim Media Unit Pengelola Angkutan Bus Sekolah Jakarta - Anadolu Agency)

Seorang pengemudi bus sekolah, Luswanto, 29, telah menempuh ratusan perjalanan menuju Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta sejak pandemi Covid-19 melanda.

Sebelum pandemi, Anto —sapaan akrabnya— bertugas mengantar jemput siswa dari rumah-rumah mereka menuju sekolah. Anto kini harus berhadapan langsung dengan pasien yang terjangkit sejak sejumlah bus sekolah dikerahkan untuk mengevakuasi pasien Covid-19 karena jumlah ambulans terbatas.

Bus-bus itu dipasangi sekat pembatas antara area sopir dengan area penumpang dan Anto pun wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Usia muda, kondisi fisik yang sehat, dan tidak memiliki penyakit bawaan membuat Anto dipercaya dalam tugas kemanusiaan ini.

Dia memulai hari pukul 4 pagi setiap kali bertugas, kemudian bersiaga menanti panggilan evakuasi tanpa tahu pasti waktu kerjanya berakhir pukul berapa.

“Tim evakuasi Covid-19 ini enggak mengenal waktu, 24 jam standby terus dan kalau ditelepon harus siap evakuasi,” kata Anto kepada Anadolu Agency, Senin.

“Saya berdua dengan teman saya pernah jemput pasien sampai jam 3 dini hari,” lanjut dia.

Menurut Anto, dia bisa mendatangi tiga lokasi dan mengantarkan puluhan hingga lebih dari 100 pasien Covid-19 ke rumah sakit darurat dalam sehari.

Jakarta merupakan wilayah paling terdampak Covid-19 di Indonesia dengan 12.202 kasus aktif pada Senin. Kasus Covid-19 di Jakarta bertambah lebih dari 1.000 orang setiap hari, dengan lebih dari 50 persennya merupakan pasien tanpa gejala.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here