Pemuda Hidayatullah: Sexual Consent Bertolak Belakang dengan Nilai Luhur Bangsa

Indonesiainside.id–Belakangan publik dihebohkan dengan isu pendidikan “sexual consent” yang dinilai banyak pihak, terutama organisasi yang peduli terhadap masalah anak dan perempuan sebagai hal yang menyimpang.  Pemuda Hidayatullah menilai, pendidikan “sexual consent” sangat tidak relevan dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Pemuda Hidayatullah  menilai, pendekatan “sexual consent” bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara, nilai-nilai agama dan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kesopanan dan kesusilaan. “Jika yang dimaksud dengan pendidikan yang mengundang kegaduhan itu adalah dalam rangka mencegah perkosaan, pelecehan dan perilaku seksual menyimpang maka langkah yang tepat adalah menguatkan nilai religiusitas generasi muda, termasuk moral, dan dorongan untuk hidupnya norma sosial di negeri ini,” kata Ketua Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi hari Sabtu (26/9).

Menurutkan, pendidikan seksual yang benar bukan pendekatan persetujuan (suka sama suka). Sebab hal ini justru rawan atau potensial menjadi legitimasi seks bebas, terlebih jika pendidikan ini disampaikan tanpa menekankan pentingya pernikahan.

Lebih dari itu, pendidikan “sexual consent” ini jika dibiarkan apalagi membudaya maka bukan tidak mungkin ini akan meruntuhkan nilai-nilai sakral dan luhur dalam budaya masyarakat, seperti pernikahan dan pentingnya keluarga. “Bayangkan jika ini legal atau setidak-tidaknya dipandang “baik” oleh anak-anak muda , maka orang boleh jadi berpandangan tak perlu lagi menikah dan membentuk keluarga. Sebab, cukup suka sama suka.”

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here