Dukung Penuh Azerbaijan, Erdogan: Perdamaian Permanen Tercapai jika Armenia Menarik Diri

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Anadolu

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya mendukung penuh Azerbaijan dengan segala kemampuan terkait pencaplokan wilayah Karabakh yang diduduki Armenia.

“Turki akan terus mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara dan dengan segenap hati kami, sejalan dengan prinsip ‘dua negara, satu bangsa’,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya pada pembukaan legislatif Turki di ibu kota Ankara, Kamis (1/10).

Erdogan mencatat bahwa perdamaian permanen hanya dapat dicapai di wilayah tersebut jika Armenia menarik diri dari wilayah Azerbaijan yang diduduki. “Upaya untuk memfitnah Turki juga tidak akan bisa menyelamatkan pemerintahan Armenia,” sebut Erdogan.

Dia memperingatkan negara-negara yang mendukung “negara nakal” Armenia dalam pendudukannya di Karabakh Atas akan mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hati nurani masyarakat global.

Bentrokan perbatasan pecah pada Minggu pagi ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer, yang menimbulkan banyak korban.

Parlemen Azerbaijan menyatakan keadaan perang di beberapa kota dan daerah, menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Karabakh Atas yang juga dikenal sebagai wilayah Nagorno-Karabakh. Azerbaijan mengumumkan mobilisasi militer parsial pada Senin.

Mediterania Timur

Erdogan mengatakan, Turki lebih suka menyelesaikan perselisihan yang sedang berlangsung di Mediterania Timur dengan dasar yang adil. Menuding Uni Eropa yang menjadi badan yang “tidak aktif” dan “dangkal”, Erdogan berpendapat bahwa blok itu telah “diperbudak” oleh dua anggotanya, Yunani dan Siprus Yunani.

Tidak ada krisis di wilayah Turki yang diselesaikan atas keterlibatan UE, tambah Erdogan.

“Sebaliknya, setiap krisis yang diintervensi blok itu selalu meningkat ke dimensi yang rumit,” imbuh dia.

Ketegangan telah meningkat selama berminggu-minggu di Mediterania Timur, karena Yunani telah mempersoalkan eksplorasi energi Turki.

Turki – negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania – mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak Republik Turki Siprus Utara.

Ankara telah berulang kali mendesak negosiasi tanpa prasyarat untuk mencapai pembagian yang adil dari sumber energi di kawasan. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here