Tujuh Bulan Pandemi Covid-19, Jokowi: Kita Harus Mencari Cara Terbaik

Petugas medis bersiap-siap melakukan tes swab (ilustrasi). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum puas terhadap upaya dan sejumlah program yang telah digulirkan terkait penanganan Covid-19 selama tujuh bulan terakhir ini.

Menurut dia, masih terdapat potensi peningkatan yang dapat dilakukan dari upaya-upaya itu. Meski begitu, kata dia, tujuh bulan penanganan pandemi memberikan banyak hal yang dapat dipelajari dan disesuaikan dari waktu ke waktu.

Dia mengatakan, Covid-19 penyebab pandemi yang hingga kini terus dipelajari dan berkembang dalam ranah keilmuan, menuntut penanganan dan kebijakan yang adaptif mengikuti perkembangan tersebut dengan disertai penyesuaian terhadap karakteristik masyarakat.

“Misalnya, pembatasan sosial. Saya kira harus kita sesuaikan. Untuk itu, saya menekankan pentingnya Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Kita buat lebih terarah, spesifik, tajam, dan fokus mengatasi masalah Covid-19, tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat,” kata Presiden dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau di Jakarta, Sabtu (3/10).

Menurut Presiden, solusi terbaik untuk menangani pandemi ini harus terus dikembangkan dan dicari. Apa yang dinilai sebagai solusi terbaik yang sudah diterapkan di suatu negara belum tentu dapat diterapkan persis di negara-negara lain oleh karena perbedaan kondisi di tiap-tiap negara.

“Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita,” ucapnya.

Kepala Negara menyampaikan apresiasinya kepada para dokter, tenaga medis, TNI, Polri dan ASN yang hingga kini masih berjibaku bersama untuk membantu penanganan pandemi ini sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat untuk berubah. Menyesuaikan diri untuk menaati protokol kesehatan. Lakukan dengan disiplin 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” tuturnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 4.007 kasus baru, sehingga total menjadi 299.506. Kementerian Kesehatan mencatat 83 orang meninggal dalam 24 jam terakhir sehingga total kematian menjadi 11.055 orang.

Sementara itu, kasus sembuh bertambah 3.712 orang sehingga total menjadi 224.052 pasien. Penambahan kasus tertinggi dilaporkan oleh Jakarta sebanyak 1.265 orang, kemudian Jawa Tengah sebanyak 372 kasus, Jawa Barat 343 kasus, Jawa Timur 308 kasus dan Sumatera Barat 285 kasus.

Korban meninggal terbanyak ada di Jawa Timur sebanyak 20 orang, kemudian Jawa Barat 15 orang. Sementara korban meninggal di Jakarta empat orang dan Jawa Tengah lima orang. (Aza/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here