Ratusan Ribu Penderita Masalah Mental Jadi Masalah Dunia, Ada yang Diikat di Pohon atau Dikurung di Kandang Hewan

Ilustrasi orang disabilitas mental. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Ratusan ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak di sekitar 60 negara terbelenggu masalah kesehatan mental, kata Human Rights Watch, Selasa. Mereka bisa dibelenggu bertahun-tahun, dirantai ke pohon atau dipenjara di kandang hewan.

Tanpa dukungan atau kesadaran kesehatan mental, keluarga atau institusi sering membelenggu orang yang bertentangan dengan keinginan mereka, meninggalkan mereka makan, tidur, buang air kecil dan buang air besar di satu tempat kecil, kata pengawas hak asasi manusia itu dalam sebuah laporan.

Menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, laporan Human Rights Watch mendokumentasikan melalui hampir 800 wawancara tentang bagaimana penyandang disabilitas psikososial di negara-negara seperti China, Nigeria, dan Meksiko dapat hidup dalam belenggu selama bertahun-tahun—dirantai ke pohon, dikunci atau dipenjara di kandang hewan.

“Kami telah menemukan praktik belenggu lintas agama, strata sosial, kelas ekonomi, budaya dan kelompok etnis. Ini adalah praktik yang ditemukan di seluruh dunia,” kata peneliti senior hak disabilitas di Human Rights Watch Kriti Sharma dalam sebuah wawancara.

Keyakinan di banyak negara “adalah bahwa orang dengan kondisi kesehatan mental telah diguna guna, atau dirasuki setan atau telah berdosa, dan akibatnya, mereka memiliki kondisi tersebut,” katanya.

Kementerian Luar Negeri China dan Kementerian Kesehatan Meksiko tidak segera menanggapi surel permintaan komentar dari Reuters. Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Nigeria mengatakan kementerian belum melihat laporan itu dan menolak berkomentar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here