Pengakuan Seorang Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19: Saya Gagal, Tidak Dapat Suntikan Kedua

ilustrasi Vaksin Covid-19. foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Mohamad Fahri Fadila, 21, mahasiswa program studi Administrasi Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mendatangi Klinik Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur 46, Bandung, Jumat pekan lalu. Ini kedatangannya yang ke-4 kali dan terakhir sebagai relawan uji klinis vaksin fase tiga.

Fahri seharusnya lima kali datang untuk mengikuti pemeriksaan awal, dua kali penyuntikan, serta tiga kali pengambilan darah. Pada kunjungan kedua dan ketiga, relawan seharusnya mendapatkan suntikan vaksin atau placebo.

Dua kunjungan selanjutnya berkaitan dengan pengambilan darah untuk pemeriksaan imunogesitas, keamanan, serta keampuhan vaksin buatan Sinovac Biotech asal China tersebut.

“Saya gagal, tidak dapat suntikan kedua,” kata Fahri kepada Annadolu Agency.

“Kata dokternya, saya ini relawan pertama tidak berlanjut prosesnya,” tambah Fahri.

Tim peneliti memutuskan agar Fahri tidak melanjutkan proses uji klinis karena ada gejala yang tidak umum. Sepulang dari proses penyuntikan pertama, munculnya ruam merah disertai rasa gatal pada kedua paha Fahri.

“Munculnya antara dua sampai tiga jam setelah penyuntikan pertama,” imbuh Fahri mengingat kejadian awal September 2020 lalu. Pria yang alergi terhadap belerang ini sudah melaporkan soal kondisi tubuhnya saat pemeriksaan awal relawan uji klinis.

“Katanya vaksin itu tidak mengandung sulfur atau obat sulfa,” ujar Fahri.

Setiap relawan memang wajib melaporkan berbagai perubahan yang dialami tubuhnya selepas mendapatkan suntikan pertama. Mulai dari suhu tubuh, perubahan fisik di lokasi penyuntikan, hingga kondisi kesehatannya dari hari ke hari.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here