Setiap 16 Detik Satu Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Ilustrasi anak posyandu. foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Satu bayi yang meninggal dalam kandungan (stillbirth) dilahirkan setiap 16 detik, yang berarti dalam satu tahun hampir dua juta bayi tidak pernah bernapas untuk pertama kali, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipublikasikan pada Kamis (8/10).

Laporan berjudul “Tragedi Terabaikan: Beban Global dari Bayi Meninggal dalam Kandungan”, yang dirilis bersama oleh Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Organisasi Kesehatan Dunia, Bank Dunia, dan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, menemukan bahwa 84 persen bayi yang meninggal dalam kandungan terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah pada 2019.

Laporan pertama kali tentang bayi meninggal dalam kandungan itu juga menunjukkan bahwa bayi meninggal dalam kandungan tetap menjadi tantangan bagi negara-negara berpendapatan tinggi, di mana tingkat pendidikan ibu adalah salah satu pendorong terbesar ketidaksetaraan, dan etnis minoritas mungkin kekurangan akses dalam mendapat perawatan kesehatan yang memadai.

“Kehilangan anak saat lahir atau selama kehamilan adalah tragedi yang menghancurkan bagi sebuah keluarga, yang sering kali terjadi tanpa diketahui namun terlalu sering, di seluruh dunia,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

Selain itu, laporan tersebut memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 kemungkinan akan menyebabkan peningkatan lebih lanjut dalam jumlah bayi meninggal dalam kandungan selama 12 bulan ke depan.

Penurunan layanan kesehatan sebesar 50 persen yang disebabkan oleh pandemi, dapat mengakibatkan bertambahnya hampir 200.000 bayi meninggal dalam kandungan pada tahun mendatang di 117 negara berpendapatan rendah dan menengah, menurut pemodelan yang dilakukan untuk laporan tersebut oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here