Dua Gubernur Ini Prihatin Pelajar Diamankan Polisi akibat Demo

Aksi mahasiswa menyuarakan penolakan atas UU Cipta Kerja di Kantor Wali Kota Ternate berlangsung ricuh. Foto: antara

Indonesiainside.id, Tanjungpinang – Pjs Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Bahtiar Baharuddin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa prihatin atas keterlibatan sejumlah siswa atau pelajar yang ikut aksi demonstrasi meniolah Undang-Undang Cipta Kerja.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar mengaku sangat prihatin karena terdapat puluhan pelajar SMA sederajat yang diamankan polisi imbas ikut-ikutan aksi demo. Bahtiar mengimbau pihak sekolah maupun orang tua memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam unjuk rasa penolakan omnibus law.

“Saya mendapat laporan ada puluhan pelajar yang telah diamankan polisi dan jujur ini sangat memprihatinkan. Seharusnya tugas mereka itu belajar, bukan demo,” kata Bahtiar, di Tanjungpinang, Selasa (13/10).

Menurut dia, di beberapa daerah lainnya juga terdapat sejumlah siswa yang melakukan aksi serupa. Bahkan di antara mereka ada yang bertindak anarkis dengan merusak atau membakar fasilitas publik.

“Saya tidak menginginkan pelajar di Kepri melakukan tindakan kriminal seperti itu, yang pada akhirnya dapat merugikan orang ramai, terutama diri sendiri dan keluarga,” tuturnya.

Bahtiar mengimbau kepada semua lapisan masyarakat jangan suka diadu domba oleh kelompok atau golongan tertentu menyangkut kisruh Undang-Undang omnibus law yang terjadi di berbagai daerah.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu pun sudah menginstruksikan aparat keamanan Polri agar tidak segan-segan menindak tegas bagi siapa saja yang bertindak anarkis, seperti membakar dan merusak fasilitas umum dalam aksi demo omnibus law.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here