Menristek: Produksi Vaksin Merah Putih Butuh Kolaborasi Triple Helix

Ilustrasi vaksin Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan penguatan triple helix dilakukan untuk memperlancar produksi Vaksin Merah Putih ke depan.

“Kita berupaya yang terbaik untuk melancarkan produksi Vaksin Merah Putih, kita mengedepankan triple helix,” kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang dalam Forum Diskusi Denpasar 12 dengan topik Vaksin Merah Putih : Tantangan dan Harapan yang ditayangkan secara virtual, Jakarta, Rabu.

Triple helix merupakan sinergi antara akademisi, industri dan pemerintah sehingga diharapkan Vaksin Merah Putih tersebut dapat menjawab kebutuhan vaksin bagi bangsa Indonesia selain vaksin yang diperoleh dari luar.

Menristek Bambang mengatakan industri berperan penting termasuk untuk uji praklinik, uji klinik tahap 1, 2 dan 3, sampai pada produksi dan distribusi. Tentu distribusi nantinya akan langsung berhubungan dengan Kementerian Kesehatan.

Pemerintah berperan sebagai regulator untuk perizinan terutama perizinan di pabrik terkait cara pembuatan obat yang baik dan juga tentunya kebijakan pengembangan vaksin.

Dari pihak peneliti atau akademisi, tentunya diharapkan vaksin bisa dikembangkan dengan berbagai platform dan diperoleh hasil berupa bibit vaksin yang nantinya bisa disiapkan untuk pengembangan industri.

Menristek Bambang menuturkan kebutuhan vaksin sangat mendesak karena dengan vaksinasi, maka bisa menciptakan kekebalan populasi (herd immunity) sehingga bisa kembali dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada kondisi pandemi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here