Terlibat Demo, Komnas PA: Jangan Eksploitasi Anak dalam Kegiatan Politik

Petugas Polres Metro Jaya melakukan pendataan terhadap pelajar yang diamankan di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, karena kedapatan hendak ikut aksi demonstrasi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyerukan dan meminta semua elemen masyarakat agar tidak melibatkan anak-anak dalam aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI.

Dalam aksi menolak UU Cipta Kerja belakangan ini ditemukan ribuan anak yang tidak mempunyai kepentingan ikut dalam demostrasi menolak UU RI Cipta Kerja di berbagai daerah.

Di Jakarta misalnya, aparat keamanan mengamankan ratusan demontrans berstatus pelajar dari  berbagai titik seperti di depan Istana, Harmoni, Pasar Senen, Jembatan Layang Pasar Rebo, dan Bundaran HI. Pelajar tersebut datang dari berbagai daerah dan terlibat saling lempar dengan aparat keamanan yang memicu situasi  menjadi panas dan gaduh.

Demikian juga di Medan, Sumatera Utara. Aparat menemukan ratusan  pelajar di tengah-tengah demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang justru merugikan buruh karena terlibat bentrokan dengan aparat. Begitu juga di Makassar, Bandung dan Pontianak.

Mereka terlibat dalam demonstrasi yang dilakukan elemen masyarakat  buruh, mahasiswa serta aktivis prodemokrasi. Hal yang sama juga ditemukan di Bandung, Pematangsiantar,  Jawa Timur dan Batam.

“Yang memprihatinkan anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh,” ujar Ketua Komisi nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here