Kematian Mantan Wakil Komisaris Polisi Turki Mengungkap Buruknya Kondisi Penjara

Sertifikat Penghargaan yang diterima Mustafa Kabakçıoğlu. Foto: SCF

Indonesiainside.id, Istanbul – Lembaga advokasi Stockholm Center for Freedom (SCF) merilis sejumlah foto mantan Wakil Komisaris Polisi Turki, Mustafa Kabakçıoğlu, 44, yang meninggal di sel karantina penjara pada 29 Agustus lalu. SCF melansir laman Bold Medya, memaparkan kondisi tidak manusiawi penjara tersebut di mana seseorang dipaksa untuk bertahan hidup.

Dalam foto yang dirilis, tampak tubuh tak bernyawa Kabakçıoğlu terlihat di kursi dalam posisi duduk, kepalanya terkulai ke belakang dan kukunya membiru.

Kondisi sel penjaranya juga difoto, memperlihatkan tempat yang lembab dan kotor serta adanya kotoran di baju yang dikenakannya. Hal ini menggambarkan, Mustafa Kabakçıoğlu menggunakan tempat sampah sebagai meja makan dan tidak memakan makanan terakhirnya, terlihat pada foto makanan yang tidak tersentuh di atas tempat sampah itu.

Foto: Stockholm Center for Freedom (SCF)

Kabakçıoğlu sebelumnya dilaporkan tengah berjuang dengan berbagai masalah kesehatan selama di penjara. Dia menderita penyakit asma dan diabetes saat menjalani hukuman di Penjara Tertutup, Gümüşhane E, dan kehilangan berat badan hingga 40 kilogram karena kondisi fasilitas yang buruk.

Mustafa Kabakçıoğlu yang ditahan karena dituduh terlibat dalam Gerakan Gulen, menderita batuk pada 20 Agustus dan dimasukkan ke dalam sel isolasi karena dicurigai mengidap Covid-19. Dia berada sendiri selama sembilan hari berikutnya, dan diklaim meninggal di selnya setelah batuk parah yang berlanjut hingga pagi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here