Cukup 160 Juta Penduduk Indonesia Divaksinasi untuk Kekebalan terhadap Covid-19

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan vaksinasi cukup dilakukan kepada 160 juta penduduk untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap virus corona tipe SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Kalau menginginkan kekebalan komunitas, herd immunity, maka vaksinasi tidak perlu 100 persen, cukup di kisaran 70 persen sudah bisa mencapai kekebalan kelompok,” kata Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin (19/10).

Dengan sasaran vaksinasi pada kisaran 70 persen penduduk, ada sekitar 160 juta orang yang harus mendapatkan vaksin Covid-19. Apabila setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin maka pemerintah harus menyediakan 320 juta dosis vaksin Covid-19 untuk mengupayakan kekebalan kelompok.

Achmad Yurianto menerangkan, vaksinasi akan dilakukan pada penduduk dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun karena berdasarkan hasil uji klinis fase tiga yang dilakukan oleh produsen vaksin Sinofac, Sinofarm, Cansino, dan Astra Zenneca vaksinasi Covid-19 pada penduduk berusia 18 sampai 59 tahun terbukti aman dan bermanfaat.

Pemerintah memesan vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi Sinovac, Sinofarm, dan Cansino dari China serta Astra Zenneca dari Inggris untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Achmad Yurianto menambahkan, vaksinasi juga hanya akan dilakukan pada penduduk yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Pemerintah berencana melakukan vaksinasi Covid-19 pertama pada akhir November terhadap 9,1 juta orang dengan menggunakan vaksin dari Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here