Jokowi Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik terkait Harga, Kualitas dan Halal-Haram Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya menyiapkan komunikasi publik terkait vaksin Covid-19 agar tidak menciptakan respons negatif dari masyarakat seperti saat penyusunan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker).

“Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa, karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat kalau komunikasinya kurang baik bisa kejadian seperti UU Cipta Kerja,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (19/10).

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas dengan topik “Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober Tahun 2020” yang dihadiri langsung para menteri kabinet Indonesia Maju.

Seperti diketahui, pada 8 Oktober 2020 terjadi demonstrasi besar-besaran setidaknya di 18 provinsi oleh buruh, mahasiswa dan anggota masyarakat lainnya untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, aksi tersebut juga diwarnai dengan kerusuhan di beberapa tempat.

“Saya minta benar-benar disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publik terutama yang berkaitan halal dan haram, berkaitan dengan harga, berkaitan dengan kualitas, berkaitan dengan distribusi seperti apa,” ungkap Presiden.

Namun komunikasi publik yang dimaksudkan Presiden Jokowi juga bukan akhirnya membuka semua data pemerintah kepada masyarakat. “Meski tidak semuanya harus kita sampaikan ke publik, harga ini juga tidak harus kita sampaikan ke publik,” tambah Presiden.

Titik kritis dari vaksinasi, menurut Presiden Jokowi, adalah di implementasi. “Jangan menganggap mudah implementasi, tidak mudah, prosesnya seperti apa? Siapa yang pertama disuntik terlebih dulu? Kenapa dia? Semua harus dijelaskan betul ke publik, proses-proses komuniksi publik ini yang betul-betul disiapkan,” ungkap Presiden. (Aza/Ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here