Sempat Hidup Lagi Setelah Meninggal, Wanita di Amerika Kini Dipastikan Benar-Benar Sudah Mati

Ilustrasi

Indonesiainside.id, Washington – Seorang perempuan asal Michigan yang sempat dinyatakan wafat namun ditemukan kembali bernapas di sebuah rumah duka pada Agustus lalu kini benar-benar meninggal, seperti dilaporkan oleh media setempat pada Selasa (20/10).

Timesha Beauchamp pada Minggu (18/10) mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Anak-Anak Michigan di Detroit, ungkap CNN, mengutip pernyataan Geoffrey Fieger, pengacara keluarga perempuan berusia 20 tahun tersebut.

“Seluruh keluarga kami bersedih,” bunyi pernyataan keluarganya. “Ini kali kedua Timesha kami tercinta dinyatakan meninggal, namun kali ini, dia tidak akan kembali.”

Beauchamp meninggal akibat “kerusakan otak parah” yang dideritanya setelah tim paramedis Southfield secara keliru menyatakan dia meninggal dan gagal memberinya oksigen pada 23 Agustus lalu, ungkap Fieger.

Pengidap cerebral palsy atau lumpuh otak itu berada dalam kondisi kritis selama beberapa pekan di rumah sakit.

Keluarga Beauchamp telah mengajukan gugatan hukum sebesar 50 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp14.729) terhadap Kota Southfield serta empat responden pertama yang bersamanya saat itu.

Pihak keluarga menghubungi 911 pada 23 Agustus setelah mereka menemukan Beauchamp tidak merespons di rumah mereka di Southfield, Michigan.

Empat responden pertama kemudian tiba di lokasi dan melakukan resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation/CPR) sebelum seorang dokter menyatakan dia meninggal. Namun, tak lama kemudian, dia ditemukan masih bernyawa di sebuah rumah duka. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here