DPR: Masyarakat Garda Terdepan Melawan Corona

TNI-Polri _ stasiun manggarai_new normal
Aparat TNI-Polri mendisiplinkan calon penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis sore (27/5). Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Eddy Wuyanto menyatakan peran serta masyarakat begitu besar dalam upaya menekan jumlah warga yang terinfeksi COVID-19.

“Jadi COVID-19 itu lebih banyak peran serta masyarakat, pemberdayaan masyarakat, penggunaan kelompok masyarakat sebagai penggerak dalam penanganan COVID-19,” kata Eddy saat berkunjung ke Banda Aceh, Kamis(22/10).

Ia menjelaskan, bupati atau wali kota harus bisa menggerakkan warganya untuk menaati sekaligus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, terutama hal dasar, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan atau 3M.

“Kalau bupati, wali kota bisa menggerakkan masyarakatnya untuk taat menjalankan protokol kesehatan, itu baru bupati dan wali kota yang oke, karena tidak semua bisa ditangani oleh bupati atau wali kota,” ujarnya.

Menurutnya, apabila setelah diedukasi, namun dalam penerapannya masyarakat juga tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan, maka bupati atau wali kota dapat memberi peringatan dengan melibatkan aparat penegak hukum.

“Karena itu saya berharap para bupati dan wali kota di Aceh ini selain edukasi kedisiplinan protokol kesehatan, mulailah diberikan warning, bila perlu melibatkan aparat penegak hukum, TNI/Polri, agar warganya disiplin,” katanya.

Disamping itu, Eddy juga mengingatkan agar pemerintah daerah mempercepat penyaluran dana insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19.

Kata dia, paramedis merupakan petugas yang berada di garda terdepan yang memiliki resiko dalam penanggulangan COVID-19, sehingga hak-hak mereka tidak boleh terabaikan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here