Warga Tolak Proyek Jurassic Park di Pulau Rinca NTT

Pulau Rinca merupakan pulau kecil dekat Pulau Komodo, TTT. Di pulau ini hidup berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau dan burung. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Kupang – Masyarakat lokal menolak rencana pemerintah mengembangkan fasilitas pariwisata di Pulau Rinca yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Mereka khawatir konsep pembangunan proyek yang dilabeli sebagai ‘Jurassic Park’ ini berdampak buruk pada wilayah konservasi dan ekosistem komodo, satwa khas pulau ini. Akhir pekan lalu, sebuah foto viral menunjukkan seekor komodo berhadapan dengan truk pengangkut material pembangunan di Pulau Rinca.

Foto ini memantik kritik di media sosial, karena beberapa pihak menafsirkan foto tersebut sebagai wujud terganggunya komodo dengan proses pembangunan. Masyarakat lokal sebenarnya sudah menyuarakan penolakan sejak awal rencana dicetuskan.

Mereka sudah berkali-kali berunjuk rasa ke Gedung DPRD Manggarai Barat, hingga mengupayakan audiensi dengan pemerintah. Namun, hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami sempat hopeless, tetapi karena viralnya foto tersebut kami seperti mendapat ruang lagi untuk menyuarakan penolakan kami,” kata Ketua Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat Aloysius Suhartim kepada Anadolu Agency, Selasa (27/10).

Lois, sapaan akrab Aloysius, menilai konsep pengembangan di Pulau Rinca cenderung eksploitatif dan lebih banyak mempertimbangkan aspek ekonomi ketimbang keberlanjutan lingkungan.

Sebelumnya pemerintah mengkonsep Pulau Rinca sebagai tujuan pariwisata umum (mass tourism). Berbeda dengan konsep Pulau Komodo yang akan menjadi destinasi super-premium dengan tiket masuk senilai USD1.000 untuk akses satu tahun.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here