Prancis Gagal Lawan Covid-19 Gelombang Kedua, Macron: Lebih Sulit dan Mematikan Dibandingkan Gelombang Pertama

Penjagaan di Paris Prancis.

Indonesiainside.id, Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengakui kalah melawan gelombang kedua Covid-19, meski telah diberlakukan jam malam selama dua pekan sebelumnya.

Prancis akhirnya harus kembali menelan pil pahit dengan mengumumkan liockdown (penguncian) virus corona baru hingga 1 Desember. Macron berharap bisa mengendalikan wabah yang siap membanjiri rumah sakit dalam hitungan hari.

“Virus itu menyebar ke seluruh Prancis dengan kecepatan yang bahkan orang yang paling pesimis pun tidak dapat memprediksinya,” kata Macron seperti dilansir TRTworld, Rabu (28/10).

Dia mengakui bahwa jam malam untuk Paris dan kota-kota besar lainnya yang diberlakukan dua minggu lalu gagal menghentikan gelombang kedua kasus yang telah menyebabkan jumlah kematian di Prancis menjadi hampir 35.000.

“Seperti di tempat lain di Eropa, kami kewalahan oleh gelombang kedua yang mungkin akan lebih sulit dan mematikan daripada gelombang pertama,” kata Macron.

“Jika kami tidak melakukan apa-apa … dalam beberapa bulan kami akan memiliki setidaknya 400.000 kematian tambahan,” katanya.

Sudah lebih dari 3.000 pasien perawatan intensif memaksa rumah sakit untuk berebut tempat tidur, dan “apa pun yang kami lakukan, hampir 9.000 orang akan berada dalam perawatan intensif pada pertengahan November,” dia memperingatkan.

Badan kesehatan Sante Publique France melaporkan 244 kematian akibat virus baru selama 24 jam terakhir, dan lebih dari 36.000 tes positif baru.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here