Sampaikan 7 Tuntutan Massa Ormas Islam ‘Serbu’ Konjen Prancis di Surabaya

Indonesiainside.id, Surabaya— Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya dan ormas Islam di Kota Surabaya hari Senin (02/11) mendatangi Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Prancis di Surabaya. Mereka menuntut permintaan maaf dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai telah menghina Agama Islam.

Massa ormas Islam ini  tiba pukul 13.00 WIB di Konjen Prancis di Jalan Mawar-Surabaya.  Mereka berasal dari Muhammadiyah dan perwakilan Ormas Islam se-Surabaya.

Aksi unjuk rasa yang bertama “Aksi Bela Nabi” tersebut diadakan setelah waktu Dzuhur dan berlangsung hingga Ashar dengan mengikuti tata tertib dan protokol kesehatan. Dalam aksinya, meereka membawa poster menyerukan boikot terhadap produk Prancis dan kecaman terhadap Macron.

Aksi tersebut diselenggarakan denga tiga tuntutan dasar yaitu: permintaan maaf dari Presiden Prancis, boikot produk-produk Prancis, dan dorongan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis.  Ketua Muhammadiyah Surabaya, Drs.  Mahsun,  mengatakan dalam orasinya siang itu, bahwa setidaknya ada tiga kesalahan yang telah dilakukan oleh Presiden Macron.

Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan Prancis. Dalam aksinya, massa aksi menginjak-injak bendera Prancis dan foto Emmanuel Macron yang dibentangkan di jalanan.

Sebelum menutup aksinya, massa mengeluarkan 7 tuntutan.

  1. Melakukan gerakan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari negara Prancis sebagai bentuk protes atas tindakan dan atau ucapan yang dilakukan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Mubammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
  2. Mendukung sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini adalah Presiden Ir. Joko Widodo dengan memberikan teguran dan peringatan kepada Prancis Emmanuel Macron agar menarik tindakan dan atau ucapan yang menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam serta menyampaikan permohonan maaf.
  3. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis untuk sementara waktu hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron menarik tindakan dan atau ucapan yang menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam serta menyampaikan permohonan maaf.
  1. Mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
  2. Mendukung sikap negara vang tergabung dalam Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang telah memberikan peringatan dan seruan untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis.
  3. Umat Islam merupakan umat yang sangat mencintai perdamaian dan persaudaraan. Akan tetapi jika terdapat pihak yang melukai umat Islam dengan melakukan penghinaan terhadan Rasulullah Muhammad Shallalahu ‘alaihi Wasallam, maka kami akan menutut dengan cara yang bijak dan beradab.
  4. Mengimbau kepada seluruh pihak, agar kejadian berupa penghinaan terhadap Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wasallam agar tidak terulang lagi. Karena kita sebagai manusia sudah seharusnya saling menghargai dan tidak memantik kebencian. Terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19, dunia membutuhkan persatuan dan Kerjasama, bukan permusuhan dan kebencian. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here