IDI: 161 Dokter Meninggal akibat Covid-19

Turun Drastis, Warga Cina Terinfeksi Virus Corona Melorot 196 Orang, 42 Pasien Meninggal

Indonesianside.id, Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 161 tenaga medis meninggal akibat Covid-19 hingga Selasa (3/11). Dari jumlah tersebut, terdiri dari 152 dokter dan sembilan dokter gigi.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi mengatakan jumlah dokter yang meninggal bertambah 11 orang dalam sepekan terakhir. “Kasus kematian dokter terbanyak berasal dari Jawa Timur sebanyak 33 kasus dan Jakarta sebanyak 24 kasus,” kata Adib melalui siaran pers, Selasa.

Jakarta dan Jawa Timur juga merupakan wilayah yang menyumbang hampir 40 persen kasus Covid-19 di Indonesia. IDI juga mencatat 73 persen kasus kematian dokter terjadi pada Juli-November 2020, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah provinsi rawan.

Data Bank Dunia menunjukkan Indonesia memiliki rasio jumlah dokter terendah kedua di Asia Tenggara yakni 1 dokter untuk 2.500 penduduk. Artinya, kehilangan 152 dokter berarti berkurangnya akses 380 ribu penduduk kepada dokter.

Sementara itu, IDI mengkhawatirkan potensi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi dua minggu ke depan akibat libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir pekan lalu.

Adib mengatakan libur panjang pada Mei dan Agustus 2020 telah terbukti meningkatkan jumlah kasus hingga 41 persen dan menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan.

Dia meminta agar masyarakat bersedia melakukan tes usap mandiri untuk mendeteksi dini infeksi Covid-19, sehingga mengurangi potensi penularan kepada orang-orang yang berisiko tinggi dan membantu mengurangi beban tenaga medis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here