Hindari Penularan, Mitigasi Bencana Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta – Seiring dengan kemungkinan potensi bencana akibat banjir di musim penghujan, kegiatan mitigasi bencana harus ditingkatkan. Namun, ada yang berubah dalam hal ini yaitu kegiatan mitigasi harus disesuaikan dengan protokol kesehatan guna mengurangi korban terdampak dari penularan Covid-19.

“Bencana banjir yang boleh dibilang rutin ini harus kita sikapi bersama secara nyata. Kehadiran para pemangku kebijakan ke lokasi banjir harus diikuti dengan semangat membangun seluruh elemen masyarakat yang terdampak,” kata Anggota DPR RI Siti Mukaromah dalam keterangan pers di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu(4/11).

Erma, panggilan akrab Siti Mukaromah, mengatakan hal itu terkait dengan bencana banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap yang terjadi dalam satu pekan terakhir.

Kendati banjir rutin melanda wilayah tersebut, dia mengatakan mitigasi bencana tetap harus dilakukan guna mengurangi risiko atau korban.

“Apalagi fenomena La Nina moderat yang berdampak terhadap peningkatan curah hujan masih membayangi kita, sehingga masih ada potensi hujan lebat yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir,” katanya.

Selain itu, kata dia, bencana nonalam berupa pandemi COVID-19 sampai saat sekarang pun belum diketahui kapan berakhirnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam pelaksanaan mitigasi bencana perlu disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Dengan adanya mitigasi bencana yang disesuaikan protokol kesehatan, risiko bencana dapat diminimalkan dan terjadinya penularan COVID-19 terutama di pengungsian pun bisa dihindarkan,” ungkapnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here