Rp112,728 Triliun untuk Program Perlindungan Sosial Sudah Cair, Terbanyak Bantuan Pangan Nontunai

Penyaluran bantuan beras bagi PKH. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan kementeriannya sudah mengucurkan Rp112,728 triliun atau 87,44 persen dari pagu Rp128,927 triliun untuk program Perlindungan Sosial Pemulihan Ekonomi Nasional akibat Covid-19.

“Pagu PEN yang ada di Kementerian Sosial Rp128,927 triliun itu sudah terserap sekitar Rp112,728 triliun, artinya yang sisanya itu sudah dijadwalkan pencairannya di bulan November ini dan Desember,” kata Juliari dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/11).

Juliari menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama dengan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin. Dari total ada 6 program Perlindungan Sosial yang ada di Kemensos, terbanyak Bantuan Pangan Nontunai. Perinciannya, yaitu:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran Rp36,71 triliun dan sudah terealisasikan 100 persen
  2. Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dengan anggaran Rp43,12 triliun dan telah terealisasi Rp37,31 triliun (86,52 persen)
  3. Bansos sembako Jabodetabek dengan anggaran Rp6,84 triliun dan telah terealisasi Rp5,65 triliun (82,59 persen)
  4. Bansos tunai dengan anggaran Rp32,4 triliun dan telah terealisasi Rp25,86 triliun (79,8 persen)
  5. Bansos beras dengan anggaran Rp5,26 triliun dan realisasi Rp3,29 triliun (62,47 persen)
  6. Bansos tunai baik keluarga penerima manfaat sembako non-PKH dengan anggaran Rp4,5 triliun dan sudah terealisasi seluruhnya.

“Pertama untuk program yang reguler yaitu untuk program keluarga harapan dari target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sudah tercapai untuk seluruh target penerima manfaatnya,” ungkap Juliari.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here