Pembuatan Paspor Sepi Sejak Pandemi

Pegawai dengan mengenakan masker dan pelindung di wajahnya memproses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Riau, Senin (15/6/2020). Antara Foto/FB Anggoro

Indonesiainside.id, Sukabumi – Selama pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, jumlah warga yang memohon untuk membuat paspor sepi. Misalnya, di Kantor Imigrasi Kelas II Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi, Jawa Barat.

“Jumlah penurunan pemohon pembuatan paspor ini selain kami membatasi kuota pemohon hingga 75 persen yang biasanya kuota tiap harinya mencapai 120 orang sekarang setelah adanya pendemi maksimal hanya 30 orang juga adanya pembatasan hingga penutupan perjalanan ke luar negeri,” kata Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Adi Haryadi, di Sukabumi, Rabu (4/11).

Menurut dia, meskipun kuotanya sudah dikurangi dan hanya sekitar untuk 30 pemohon saja, ternyata warga Kota dan Kabupaten Sukabumi yang ingin membuat paspor sangat minim, bahkan sehari hanya ada 10-15 orang.

Menurut dia, minimnya jumlah warga yang mengurus paspornya itu merupakan suatu hal yang wajar di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini karena aktivitas di luar ruimah terbatas demi mencegah penyebaran Covid-19.

Faktor lainnya yang sangat mempengaruhi adalah dilarangnya warga asing masuk ke negaranya, harga tiket pesawat yang mahal, ditambah sebelumnya Kerajaan Arab Saudi tidak memberikan izin ibadah Haji dan Umrah.

“Tapi informasinya Kerajaan Arab Saudi sudah mulai membuka izin untuk pelaksanaan umrah dari luar negaranya, namun kuotanya hanya sedikit sesuai peraturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tambahnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here