Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI: Lima Pengendara Moge Jadi Tersangka, Lima Moge Juga Diproses karena Tak Punya Surat Lengkap

Ilustrasi/ Motor Gede (moge) saat melintas (ANTARA FOTO/Rahmad)

Indonesiainside.id, Padang – Proses hukum kasus pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI di Kota Bukittinggi terus berjalan. Setelah penetapan lima pengendara motor gede (Moge) Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Chapter Bandung Indonesia sebagai tersangka, Jumat (30/10), selanjutnya lima kendaraan juga diproses karena diduga tak memiliki surat yang lengkap.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, lima dari 24 unit motor tersebut bermerek Harley Davidson tak memiliki surat-surat yang lengkap. “Satu motor milik satu dari empat tersangka yang dan sisanya merupakan milik anggota HOG lainnya,” kata Satake di Padang, Ahad (8/11).

Menurut dia, hal ini terjadi setelah pihak Ditlantas dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumbar melakukan penyelidikan terhadap motor-motor tersebut. Penyelidikan ini merupakan tindak lanjut atas kasus pengeroyokan yang melibatkan rombongan moge tersebut.

Semuanya ada 24 motor anggota HOG Siliwangi Bandung Chapter Indonesia yang dititipkan di Polres Bukittinggi. Sebanyak 21 motor bermerek Harley Davidson dan tiga moge lainnya merupakan merk pabrikan lainnya.

“Kita belum berani mengatakan lima moge itu bodong namun akan dilakukan pemeriksaan lebih mendalam,” katanya.

Untuk kelanjutannya, Polres Bukittinggi akan menyerahkan lima motor tersebut ke Polda Sumbar untuk diperiksa lebih lanjut. Polda Sumbar masih menunggu penyerahan dari Polres Bukittinggi. Saat ini rombongan ada yang sudah kembali ke tempatnya namun motor mereka dititipkan di Polres Bukittinggi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here