Menjaga Eksistensi Program Jogo Tonggo

Indonesiainside.id, Jakarta – Program “Jogo Tonggo” yang digagas pemerintah daerah memang layak diapresiasi karena bertujuan melibatkan semua elemen masyarakat dalam memerangi penyakit virus corona (COVID-19) yang sudah menjangkiti banyak orang hingga ada yang meninggal dunia.

Jogo tonggo sendiri bertujuan untuk saling menjaga antar tetangga, terutama tetangga yang tengah terpapar virus corona dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah, maka tetangga yang berperan menjaganya, demikian sebaliknya.

Hanya saja, gaung Jogo Tonggo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terlihat mulai meredup seiring aktivitas masyarakat yang mulai seperti biasa atau memasuki tatanan kehidupan baru dan terkesan rasa khawatir terpapar virus corona baru mulai menurun.

“Meskipun kesannya mulai berkurang, tetapi kami masih saling mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” kata relawan Jogo Tonggo Desa Rendeng Benny Haryanto di Kudus, Rabu.

Hal itu, kata Benny, yang juga Ketua Rukun Tetangga (RT) 2 RW 1 Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, biasa dilakukan ketika berbincang-bincang di grup whatsapp warga atau ketika tengah menyampaikan informasi penting untuk warga.

Pada bagian akhir informasi, kata dia, selalu diselipkan kalimat untuk mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Ia mengakui untuk mengingatkan secara langsung terhadap warga agar selalu memakai masker memang tidak ada karena warga dianggap sudah memiliki kesadaran.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here