Habib Rizieq Tegas Tolak Rekonsiliasi untuk Kezaliman, Moeldoko: Apa yang Mau Direkonsiliasikan?

Habib Rizieq Shihab saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa 10 November 2020. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Imam Besar dan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menegaskan tidak akan menerima kompromi apa pun terkait dengan komitmennya kembali ke Tanah Air untuk berdakwah. Dia juga menolak rekonsiliasi dengan pihak mana pun jika tujuannya untuk kezaliman.

“Kita bukan musuh pemerintah, bukan musuh negara…. Kita musuh kezaliman. Kita musuh kecurangan, kita musuh kemunafikan, kita musuh segala kejahatan…  Nggak ada kompromi melawan kemunafikan dan kejahatan,” kata Habib Rizieq yang juga pencetus gerakan Aksi 212 atau Aksi Belas Islam, dipantau dari video live FPI, Selasa malam (10/11).

Habib Rizieq juga berpesan, ke depan bisa rekonsiliasi dengan pihak-pihak lain, namun hanya dengan rekonsiliasi untuk tekad yang baik. “Tapi untuk kejahatan dan kezaliman tidak mungkin. Selama pemerintah baik, kita apresiasi, kalau buat aturan yang merusak agama dan menghancurkan akhlak, wajib kita lawan,” katanya.

Meski Habib Rizieq tidak menyebutkan siapa yang dimaksud terkait istilah rekonsiliasi itu, pihak pemerintah memberikan tanggapan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mempertanyakan, apa yang perlu direkonsiliasi dengan Habib Rizieq?

“Menurut saya, apa sih yang direkonsiliasi dengan Pak Habib Rizieq. Kita nggak ada masalah. Dari awal saya mengatakan, Habib Rizieq mau pulang ya pulang saja. Pergi, pergi sendiri, mau pulang ya silakan,” ujar Moeldoko saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (12/11).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here