PKS: 58 Persen Kriminal di Indonesia akibat Minuman Beralkohol, 14,4 Juta Remaja Teridentifikasi sebagai Konsumen

KH Bukhori Yusuf, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS)

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf membeberkan data bahaya dan dampak minuman beralkohol atau minuman keras (miras) di Indonesia terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.

Menurut anggota Badan Legislasi DPR RI ini, sekitar 58 persen tindakan kriminal di Indonesia dipicu oleh minuman beralkohol. Merujuk hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, jumlah remaja yang mengonsumsi minuman beralkohol berada di angka 4,9 persen.

“Ironisnya, sekitar 14,4 juta remaja di Indonesia telah teridentifikasi sebagai konsumen minol. Artinya, bonus demografi yang kelak kita peroleh di kemudian hari, juga dibayangi oleh bahaya minuman beralkohol yang mengintai generasi usia produktif kita bila tidak ada perhatian serius yang melarang minuman beralkohol,” kata Bukhori di Jakarta, Jumat (13/11).

Karena itu, Bukhori berpandangan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol adalah investasi moral bagi kebaikan masa depan Indonesia. Dia berharap, dengan menekan jumlah peredaran minuman beralkohol di Indonesia melalui peraturan yang memadai, akan tercipta sumber daya manusia Indonesia yang sehat secara jasmani dan rohani serta kondisi masyarakat yang hidup sejahtera lahir dan batin sebagaimana amanat UUD 1945.

Dia mengatakan, anggota Baleg DPR masih memperhatikan konsumsi minuman beralkohol untuk kepentingan terbatas. Misalnya, seperti konsumsi minol untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, maupun kebutuhan farmasi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here