IDI: 85 Persen Tenaga Kesehatan Alami Sindrom Burnout di Tengah Pandemi, 15 Persen Dokter Alami Depresi

Petugas medis mengenakan APD mencegah penularan Covid-19.

Indonesiainside.id, Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan 85 persen tenaga kesehatan mengalami sindrom burnout dalam menangani pandemi Covid-19. Selain itu, Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan sebanyak 15 persen dokter di pendidikan spesialis mengalami depresi.

Sindrom burnout merupakan kondisi tenaga medis kesulitan mengatasi stres saat bekerja, sindrom ini lebih diasosiasikan sebagai stres kronik akibat kejadian sehari-hari. “Kondisi saat ini secara psikologis, yang terjadi di masyarakat juga terjadi di tenaga kesehatan, burnout,” kata Adib dalam diskusi virtual pada Senin.

“Padahal ketahanan mental penting untuk bertahan dalam pandemi ini,” lanjut dia.

IDI meminta masyarakat membantu mengurangi beban tenaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain mengalami sindrom burnout, IDI juga mencatat jumlah tenaga kesehatan yang meninggal terdiri dari 159 dokter, 114 perawat, dan sembilan dokter gigi.

Mayoritas dokter yang meninggal merupakan dokter umum dan tidak bekerja di Rumah Sakit Rujukan Covid-19. “Ini gambaran bahwa risiko itu ada di seluruh aspek pelayanan kesehatan dan seluruh dokter memiliki risiko terpapar,” ujar dia.

Menurut IDI, peningkatan mobilitas masyarakat seperti saat libur panjang telah terbukti berdampak pada meningkatnya jumlah pasien di fasilitas kesehatan dan meningkatnya angka kematian dokter.

Adib memaparkan libur panjang pada Mei 2020 meningkatkan fluktuasi pasien hingga 20 persen dan libur panjang pada Agustus meningkatkan fluktuasi pasien hingga 10 persen. Libur panjang pada Oktober 2020 lalu juga diprediksi akan meningkatkan jumlah kasus. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here