JMN Sayangkan Kerumunan Massa di Acara Habib Rizieq, Sama Seperti Pengumpulan Massa terkait Pilkada dan Demo UU Ciptaker

Aksi demonstrasi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di sekitar istana. Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside

Indonesiainside.id, Jakarta – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jakarta Monitoring Network (JMN) menilai kerumunan massa dalam acara Maulid Nabi SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq Syihab memang sangat disayangkan. Namun, JMN juga mempertanyakan, bagaimana dengan terjadinya pengumpulan massa terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dan aksi demo yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker)?

Menurut Direktur Eksekutif JMN Ahmad Sulhy, memang masih banyak pekerjaan rumah (PR) bangsa yang perlu dikerjakan bersama, termasuk menghadapi pandemi Covid-19 hingga membangkitkan perekonomian rakyat agar Indonesia terhindar dari resesi.

“Saya kira, ini bagian yang terpenting. Dalam hal ini saya berharap Presiden juga perlu segera mengambil langkah-langkah bijaksana untuk menetralisir keadaan untuk kekompakan para pemimpin,” ungkap Sulhy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/11).

Tentu, kata dia, sangat disayangkan terjadinya kerumunan massa yang luar biasa sejak penjemputan HRS di Bandara, HRS ke Megamendung Bogor hingga acara maulid dan pernikahan putrinya. Selain itu, Sulhy lantas juga menyinggung soal kerumunan massa di sejumlah daerah, yang di antaranya dipicu oleh Pilkada Serentak 2020 dan demo UU Cipta Kerja.

Hal itu karena, katanya, massa yang ditimbulkan Pilkada dan gelombang demo selama ini juga memicu kerumunan yang sama-sama berisiko menjadi klaster penularan Covid-19. “Makanya, orang-orang juga kemudian mempertanyakan, bagaimana terkait itu semua tindakannya,” kata Sulhy.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here