Perusahaan Sawit Asing Bakar Hutan Papua, DPR: Harga Diri Bangsa Diinjak-injak

Investigasi Greenpeace dan Forensic Architecture mengungkap pola, arah dan kecepatan pembakaran sangat cocok dengan arah, pola dan kecepatan pembukaan lahan yang terjadi di lokasi konsesi PT Dongin Prabhawa. Foto diambil tahun 2013.

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi DPR RI bidang lingkungan hidup akan melakukan kunjungan ke lokasi perkebunan sawit milik Grup Korindo di Papua. Hal ini menindaklanjuti temuan investigasi Greenpeace, dan Forensic Architecture -di Goldsmith University, Inggris, – yang meneliti menggunakan analisis spasial dan arsitektural, serta teknik pemodelan dan penelitian canggih untuk menyelidiki perusakan lingkungan.

Perusahaan asing asal Korea Selatan itu dinilai telah membuka lahan sawit dengan cara membakar hutan. Investigasi terbaru yang dilakukan Forensic Architecture dan Greenpeace yang dirilis pada Kamis (12/11) mengungkap bukti kebakaran lahan “yang disengaja” di area konsensi Korindo, selama periode 2011-2016.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Hasan Aminuddin, menggambarkan temuan investigasi perluasan lahan sawit di Papua ini ”menginjak-injak harga diri bangsa dan sumber daya alam Indonesia”.

“Yang mana Ibu (Menteri LHK) Siti Nurbaya begitu concern (prihatin) dan sangat serius untuk melakukan revitalisasi terhadap kerusakan-kerusakan alam yang selama ini dilakukan oknum pengusaha dalam negeri maupun luar negeri, begitu giat-giatnya melakukan revitalisasi ini, ada perusahaan asing yang dengan sengaja (merusak),” kata Hasan dilansir BBC News, Selasa(17/11).

Komisi yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan ini, berencana melakukan ‘kunjungan spesifik’ dalam waktu dekat ke lokasi perkebunan Grup Korindo di Papua.

Adapun pemerintah menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan dari negara manapun yang melanggar, terutama terkait karhutla, terbukti telah ditindak sesuai prosedur peraturan perundangan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here