PT NKE Tak Mau Jadi Penanggung Jawab Tunggal Amblesnya Jalan Gubeng

Jalan Gubeng ambles
Jalan Raya Gubeng yang ambles pada akhir tahun 2018 lalu. Foto: Istimewa

PT NKE meminta publik bersabar hingga penyelidikan selesai dan menyimpulkan hasil.

Indonesiainside.id, Jakarta — PT Nusa Konstruksi Enjinering (NKE) menolak dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab terkait amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (18/12) malam. NKE meminta publik menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“PT NKE menyatakan keberatan jika dijadikan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas musibah ini. Mohon agar publik bersabar hingga penyelidikan selesai dan menyimpulkan hasil,” ujar Direktur Utama PT NKE, Djoko Eko Suprastowo dalam konferensi pers di kantor NKE, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

PT NKE merupakan salah satu kontraktor dalam pengerjaan Proyek Gubeng Mixed Use (bangunan multifungsi) yang dikerjakan di Jalan Gubeng. Menurut penjelasan Djoko, NKE melanjutkan pengerjaan kontraktor sebelumnya yakni PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora).

Beberapa perusahaan yang terlibat dalam proyek gedung multifungsi ini yakni PT Saputra Karya sebagai pemberi kerja dan konsultan pengawas. Pengerjaan struktur oleh PT Nusa Konstruksi Enjinering, kontrktor pondasi PT Indopora, konsultan struktur PT Ketira Engineering Consultants.

Kemudian, Blue Antz sebagai konsultan arsitek, PT Global Rancang Selaras sebagai konsultan pengerjaan rumah sakit, dan PT Aecom Indonesia sebagai konsultan Quantity Surveyor. Djoko mengungkapkan, kontrak NKE dengan Saputra Karya hanya sampai pengerjaan struktur.

Kontrak itu diteken pada Desember 2017. Nilai kontrak sebesar Rp165 Miliar. Scope pekerjaan pada phase 1 ini adalah pekerjaan struktur bangunan berupa galian basement, pekerjaan ground anchor dan pekerjaan struktur basement yang terdiri dari 4 lantai basement, 1 lantai ground floor, 9 lantai podium dan 14 lantai tower dengan luasan total 66.960 meter persegi

“Nah kita pada saat kejadiannya (jalan ambles) baru pada titik 15 meter dari elevasi (ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya)” ujar Djoko. Saat ini, NKE berkordinasi dengan Saputra Karya sedang fokus pada pemulihan Jalan Gubeng agar bisa kembali digunakan secara normal.

(Suandri Ansah)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here