Para Penyelamat Penyu dari Buasnya Proyek Reklamasi

Sejak 1996, Pulau Serangan dan Pulau Bali menyatu karena direklamasi. Sejak saat itu, habitat dan tempat bertelurnya penyu juga ikut menghilang. Penyu yang semakim terancam punah membuat sekelompok komunitas di Serangan bergerak untuk menyelamatkan habitat penyu.

Indonesiainside.id, bali — Mereka lantas mendirikan Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu (PPKP) Serangan pada 2006 lalu. I Made Sukanta, pengelola PPKP, Pulau Serangan merupakan habitat asli bagi tiga jenis penyu di Bali, yakni penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu hijau (Chelonia midas).

Penyu-penyu tersebut biasanya bertelur di pantai sepanjang Serangan hingga tukik menetas. Namun, hal semacam itu kini jarang ditemukan. Pasalanya, ‘buasnya’ proyek reklamasi telah mengikis habis pesisir pantai.

‘Sejak saat itu, penyu-penyu tersebut tak lagi kembali untuk bertelur,” ucapnya.

PPKP sendiri bergerak karena penyu terancam liar. Selain habitatnya yang mulai hilang perburuan liar juga marak terjadi. Untuk itu, dalam tempat ini dibuat tempat penangkaran penyu dan tempat edukasi bagi masyarakat bahwa penyu harus dilindungi

“Untuk penetasan telur penyu kami mendatangi dan mengambil telur penyu kemudian ditetaskan di tempat konservasi,” lanjutnya.

Namun, jika dirasa pesisir pantai tempat bertelurnya penyu mendukung. Maka telur tersebut dibiarkan menetas di alam liar.

“Biasanya kami mendapat laporan dari masyarakat kalau ada penyu yang sedang bertelur. Kami lalu mendatanginya dan melakuka penilaian. Jika tempatnya tak mendukung, maka kami ambil telur penyunya,” jelasnya.

Di tempat ini juga disediakan sarana bagi warga yang ingin berwisata. Mereka bisa melihat bagaimana proses penetasan telur penyu dan melihat penyu dewasa di kolam-kolam yang berada di tempat ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here