Hoaks Tsunami, Bagaimana Menangkalnya?

Oleh: Hendrik Hutabarat

Pada Kamis (10/1/2019) dinihari, warga Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) panik dan berhamburan keluar rumah. Warga berlarian untuk menyelamatkan diri akibat hasutan hoaks akan terjadi tsunami.

Indonesiainside.id, Medan – Hoaks tsunami kembali mengecoh warga. Peristiwa tersebut terjadi di Kotamadya Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Di saat warga tengah istirahat dan tertidur pulas, sebuah isu hoaks tsunami menyebar luas di dua wilayah yang tak jauh dari laut tersebut. Tanpa kroscek kebenaran informasi tersebut, warga langsung berhamburan keluar rumah, Kamis (10/1/2019) dinihari. Rupanya warga terhasut isu hoaks.

Secara geografis, Sibolga adalah kota yang berada di tepi laut. Letaknya berbatasan langsung dengan lima daerah di Kepulauan Nias yang memang rutin terkena gempa. Kota Sibolga juga pernah beberapa kali terkena gempa walau dalam ukuran skala richter yang kecil.

Agar warga tidak termakan kabar bohong atau hoaks tsunami, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir cara cepat dan jitu untuk menangkalnya dengan membuka kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Di antaranya, melalui Instagram, Twitter (@infoBMKG), dan website (www.bmkg.go.id  atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan membantah kabar tsunami di Sibolga dan Tapteng. Dia bahkan mendapatkan penyebaran hoaks tersebut. Karenanya, seketika BMKG melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here