Rekonstruksi Pascabencana Palu Butuh Rp14,5 T, Pemkot Angkat Tangan

Oleh: Hangga Nugracha

Bencana gempa bumi, tsunami dan ikuefaksi yang melanda Kota Palu, 28 September 2018, menyebabkan ribuan bangunan dan infrastruktur rusak. Untuk pemulihannya dibutuhkan dana sekitar Rp14,5 triliun.

Indonesiainside.id, Palu – Rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Palu pascabencana diperkirakan menelan biaya hingga Rp14,5 triliun. Namun, angka itu masih bersifat sementara dan butuh pengkajian lanjutan.

“Kebutuhan ini akan kami laporkan kepada pemerintah provinsi, melalui rapat. Mungkin, hari ini atau Minggu,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon di Palu, Sabtu (12/1/2019).

Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan pascabencana Palu tidak mungkin menggunakan dana dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu. Pemkot angkat tangan karena APBD Kota Palu tidak akan mencukupi sehingga butuh bantuan pemerintah pusat atau dari kementerian terkait.

“Kalau 25 persen, berarti sekitar Rp3 triliun. Sementara APBD Kota Palu hanya sekitar 1,3 triliun lebih. Masih dilema. Dua tahun pun belum cukup. Terus, tidak mungkin seluruhnya diarahkan ke rehabilitasi dan rekontruksi. Program lain pasti tidak jalan. Tetapi, kita berharap, semoga bisa diambil alih kementerian atau lembaga,” kata Presly.

Dia menjelaskan, kebutuhan biaya sebesar Rp14,5 triliun didapatkan dari hasil pengkajian kebutuhan perbaikan kerusakan akibat bencana. Pengkajian ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bekerja sama UNDP.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here