Kontak Senjata Masih Terjadi di Nduga

Foto: Istimewa

Oleh: Ari Bagus Poernomo |

Kontak senjata masih terjadi di Nduga, Papua. Selain menyulitkan petugas mengakses daerah itu, banyak juga warga yang mengungsi khawatir terimbas kontak senjata antara aparat dan warga sipil bersenjata.

Pospapua.com, Jayapura — Kontak senjata di Nduga, Papua, belum juga redah. Akibatnya pelayanan vital kepada masyarakat terhambat. Salah satunya, petugas kesehatan tidak bisa masuk ke Distrik Yigi.

Tim medis yang diturunkan Gubernur Papua Lukas Enembe ke Nduga belum bisa mengakses Distrik Yigi untuk memberikan pelayanan kesehatan pascapenyerangan kelompok sipil bersenjata kepada karyawan PT Istaka 1-2 Desember 2018 lalu. Serangan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, dan sampai saat ini masih ada 4 orang hilang.

Sejak itu banyak warga di beberapa distrik di Nduga mengungsi ke hutan-hutan karena takut menjadi korban kontak senjata antara kelompok sipil bersenjata dan aparat keamanan.

‘’Tim kami ini dibantu juga sama TNI-Polri. Pada hari ketiga saat kita mau masuk ke Yigi ada kontak senjata tidak tahu dari mana sehingga kita tidak lanjutkan perjalanan ditambah cuaca juga tidak mendukung sehingga kendaraan kami juga tidak bisa tembus ke Distrik Yigi, ini yang membuat tim harus kembali,’’ ujar Elianus Tabuni koordinator lapangan pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa (15/1).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here