Status Waspada Gunung Bromo Tak Surutkan Pengunjung

Gunung bromo. Foto: Istimewa.

Oleh: Jee Jaini |

Status waspada Gunung Bromo tidak membuat pengunjung berkurang. Para wisatawan tetap antusias menikmati keindahan alam destinasi wisata yang sudah mendunia ini. Biro perjalanan dan hotel pun tak ada yang membatalkan kunjungan.

Indonesiainside.id, Surabaya – “Tidak ada wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Bromo. Semuanya normal,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Jatim, Dwi Cahyono di Surabaya, Jumat (22/2).

Dia juga mengonfirmasi, sampai saat ini kondisi Gunung Bromo maish aman untuk wisatawan. Para wisatawan masih dapat menjelajah ke gunung berketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut.

Menurut Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Bromo masih waspada atau level II. Dengan status itu, maka sama dengan hari-hari sebelumnya. “Kunjungan wisatawan pun tetap ada di Bromo,” katanya.

Tapi, ada imbauan kepada wisatawan terkait status tersebut. TNBTS, sesuai rekomendasi PVMBG, melarang wisatawan berada dalam radius 1 km dari kawah aktif Bromo. “Jadi, tetap aman,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wahyu Andrian Kusuma, menyatakan Bromo tetap aman bagi wisatawan.

Namun wisatawan diimbau memakai masker dan kaca mata. Ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap hujan abu vuklkanik yang bisa menganggu pernafasan dan bisa menyebabkan iritasi pada mata.

Gunung Bromo, menurutnya, memiliki karakteristik kegempaan dominan tremor. Apabila terjadi erupsi, material vulkaniknya dominan abu, lapili atau kerikil, dan bom vulkanik atau lava pijar.

“Gunung Bromo, selama ini tidak mengeluarkan awan panas, karena tipenya kaldera. Berbeda dengan gunung merapi lainnya yang mengeluarkan awan panas,” terangnya.

Diungkapkannya, kawah Bromo masih mengeluarkan asap putih tebal, namun sudah tidak disertai dengan semburan abu vulkanik, seperti yang terjadi sebelumnya. Dia menyebutkan, semburan abu vulkanik terjadi selama dua hari. Yakni Senin (18/2/2019) hingga Selasa (19/2/2019) lalu. (Lin/Aza/INI-Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here