Ini Bedanya Nurdin Abdullah dan Danny Pomanto soal Dukungan Capres

Nurdin-Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Foto: Gesuri.

Oleh: Azhar/ Risman |

Meski sama-sama sebagai pendukung petahana Joko Widodo pada Pilpres 2019, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto punya cara berbeda dalam mengekspresikan sikap politik.

Indonesiainside.id, Makassar — Sebagai Gubernur, Nurdin tampak tetap berusaha tampil netral. Dia memilah agar sikap pribadi tidak ditampakkan dalam sikap politik sebagai pejabat publik. Karenanya, dia meminta agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan bersikap netral dalam pilpres. Hal itu dapat dilihat dari sikap Nurdin memandang dukungan 15 camat di Makassar kepada Jokowi.

Sebagai gubernur, dia tegas bahwa semua ASN termasuk lurah dan camat, harus netral. Mereka diikat oleh undang-undang agar tidak ikut dalam politik praktis.

“Dipisahkan dukungan pribadi dengan dukungan organisasi. Kalau bagi saya tidak boleh. Nah camat itu ASN,” kata Nurdin Abdullah di Makassar, Jumat (22/2/2019).

Mantan Bupati Bantaeng ini sangat tegas melarang semua jajaran lurah dan camat menggunakan jabatan dan instansi pemerintah untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden. Begitu mendengar viralnya video dukungan 15 camat di Makassar kepada Jokowi, gubernur bergelar profesor dari Universitas Hasanuddin ini langsung menelepon Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Apa pesannya?

“Saya meminta Wali Kota agar tetap menjadikan suasana kondusif di Makassar jelang pemilu,” katanya pada acara yang berbeda, Sabtu (23/2/2019).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here