Polda Tangguhkan Penahanan Dua Pimpinan GNPF Ulama Sumut

Oleh: Farida Noris |

Indonesiainside.id, Medan – Penahanan dua pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut ditangguhkan. Keduanya adalah Wakil Ketua GNPF Ulama Sumut Rafdinal dan Sekretaris GNPF Ulama Sumut Zulkarnain.

Polda Sumut menangguhkan penahanan keduanya tetapi tetap dikenakan wajib lapor. “Keduanya saat ini juga telah dipulangkan dari sel tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, Jumat (31/5).

MP Nainggolan menjelaskan penangguhan kedua tersangka dikabulkan atas landasan kemanusiaan. Apalagi, sambung dia, keluarga juga bermohon, agar keduanya dapat ikut berlebaran di rumah.

“Jadi penyidik mengabulkannya. Alasanya kemanusiaan,” pungkasnya.

Namun begitu, meski kedua tersangka ditangguhkan penahanannya, proses hukum akan tetap berjalan. Sedangkan untuk statusnya, kata Nainggolan, adalah tahanan luar.

“Mereka berstatus sebagai tahanan luar. Dan tetap dikenakan wajib lapor,” jelasnya.

Seperti diketahui, kedua tersangka dijerat dengan tindak pidana makar Pasal 107 jo 87, 88 dan Pasal 110 KUHP. Keduanya diduga melakukan aksi makar pada saat pawai obor yang berlangsung di Jalan Katamso – Jalan MT Haryono – Jalan Sisingamangaraja, Medan pada 4 Mei lalu untuk menyambut bulan Ramadan 1440 Hijriah.

Ketua Tim Kuasa Hukum Rafdinal dan Zulkarnain, Padian Siregar, mengatakan penangguhan penahanan tersebut menjadi upaya seluruh pihak yang menginginkan agar kasus ini dapat berjalan lancar terutama atas bantuan Direktur Advokasi & Hukum BPN, Sufmi Dasco.

“Alhamdulillah, sejak tadi pagi hingga siang ini, kami diberi kesempatan menemani Abangda Sufmi Dasco berkunjung ke Markas Polda Sumut, bersilaturahmi dengan Bapak Kapolda Sumut dan jajarannya, sekaligus mengurus agar Ustaz Zulkarnain dan Ustaz Rafdinal bisa menjadi tahanan luar,” urainya.

Menurut Padian, kedua ustaz tersebut sudah lima hari menjadi tahanan di Polda Sumut atas kasus dugaan makar. Selain itu, Padian menambahkan, Sufmi Dasco sendiri yang menjadi jaminannya agar keduanya dapat keluar dari sel dan bisa berkumpul bersama keluarga.

“Atas dasar kebijaksanaan Bapak Kapolda Sumut, akhirnya Ustaz Zulkarnain dan Ustaz Rafdinal bisa keluar hari ini juga. Alhamdulillah, mereka bisa merayakan Idul Fitri, berlebaran bersama keluarga di rumah. Terima kasih, Bapak Kapolda Sumut,” bebernya. (Aza/Far/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here