Sambut Idul Fitri, Nelayan Pantang Melaut Selama Tiga Hari

Aktifitas perikanan di Pelabuhan Lampulo, Kota Banda Aceh. | Foto: Eko Densa

Oleh: Eko Densa |

Indonesiainside.id, Aceh – Seperti warga biasa pada umumnya yang libur selama Idul Fitri, para nelayan juga istirahat selama tiga hari. Panglima Laut Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin mengungkapkan, bagi masyarakat Aceh, pantang melaut selama tiga hari yaitu tanggal 1-3 Syawal atau 5-7 Juni.

“Aturan ini sudah berlaku sejak turun-temurun dan tidak boleh dilanggar sama sekali. Sampai saat ini masih diberlakukan bagi masyarakat nelayan di Aceh,” ujar Amiruddin di Aceh Barat, Selasa (4/6).

Selanjutnya, apabila ditemukan ada nelayan yang nekat melaut pada hari pantangan, maka akan ada sanksi tegas secara adat.

Sanksi tersebut, kata dia, meliputi penyitaan alat tangkap, penyitaan kapal serta denda dalam bentuk uang tunai atau denda ternak sesuai dengan keputusan hukum adat laut yang berlaku di Aceh.

Sejak aturan adat itu diberlakukan, saat ini nelayan di Aceh tidak lagi berani melaut karena jika ada nelayan yang melanggar aturan adat, akan lebih mudah terpantau oleh para nelayan lainnya dan memang dilakukan pengawasan secara khusus.

“Bagi nelayan yang masih melaut satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, kami imbau agar segera kembali ke daratan. Ini menghindari sanksi hukum adat yang berlaku,” ujarnya.

Selama ini, ada sejumlah nelayan di Kabupaten Aceh Barat yang sudah dikenakan hukum adat karena melanggar pantangan. Namun jumlahnya tidak banyak karena rata-rata para nelayan tidak ingin mengambil resiko.

Selain pantangan melaut pada hari raya, masyarakat nelayan di Aceh juga memiliki hari pantang melaut pada hari lainnya, seperti setiap tanggal 26 Desember atau peringatan bencana gempa dan tsunami Aceh. (Aza/Ant/Eko)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here