Pemprov Jateng Akan Bentuk BUMD Migas

Sumur bekas pengeboran minyak dan gas bumi di Kecamatan Ledok, Blora. (Foto: ant)

Oleh: Agus Susilo

Indonesiainside.id, Semarang – Pemprov Jawa Tengah segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola minyak dan gas paling lambat akhir tahun 2019. Pendirian BUMD ini berawal dari terbengkalainya 572 sumur migas yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Sumur migas ini tersebar di Lapangan Semanggi, Kabupaten Blora yang tercatat sebanyak 87 titik sumur. Kemudian, 31 titik sumur di Lapangan Banyubang, Blora, 44 titik sumur di Lapangan Nglobo, Blora, 253 titik sumur di Lapangan Ledok, Blora, 41 titik sumur di Lapangan Tungkul Blora.

Selanjutnya, 41 titik sumur di Kabupaten Grobogan, 46 titik sumur di Lapangan Gabus, Grobogan , 1 titik sumur di Lapangan Keling, Jepara, serta 28 titik sumur di Lapangan Klantung, Kabupaten Kendal.

“Kami menargetkan BUMD migas dengan nama PT Sarana Migas Jateng sudah terbentuk pada Desember 2019 sehingga kami perlu dukungan banyak pihak, terutama dukungan anggota Bapemperda DPRD Jateng,’’ kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Peni Rahayu, Minggu (16/6).

Kegiatan usaha BUMD Migas di sektor migas meliputi hulu minyak dan gas bumi, hilir minyak dan gas bumi, bahan bakar nabati, serta jasa penunjang minyak dan gas bumi. Dalam rangka menunjang kegiatan usahanya, BUMD Migas nantinya juga membentuk anak perusahaan bekerja dengan pihak ketiga.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here