BNNP Kaltim Tangkap Bandar Narkoba di dalam Lapas

BNNP Kaltim menangkap seorang bandar narkoba di dalam Lapas Narkotika Bayur di Kecamatan Samarinda Utara. Foto: Istimewa

Oleh: Yuliawan A

Indonesiainside.id, Samarinda Seorang bandar narkoba ditangkap tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bayur di Kecamatan Samarinda Utara. Pelaku diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas.

Dalam operasi penangkapan dalam lapas ini, BNNP Kaltim menangkap tiga pengedar barang haram jenis sabu-sabu. Penangkapan jaringan narkotika ini berawal dari ditangkapnya seorang pengedar di Kota Bontang. Setelah diintrogasi, ternyata narkotika didapat dari seorang warga binaan berinisial AB.

Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono mengatakan, bandar yang tertangkap di lapas ini merupakan jaringan yang mengendalikan seluruh kegiatan di luar jeruji besi.

Baca Juga:  Bukannya Rajin Beribadah, Seorang Nenek Malah Jualan Barang Haram

AB saat ini juga terjerat dengan kasus yang sama yaitu penyalahgunaan obat terlarang dengan masa hukuman tujuh tahun penjara dan menempati Lapas khusus Narkotika Bayur. Dia telah menjalani enam tahun masa tahanan, sehingga tinggal setahun lagi.

“Tetapi kita berhasil mengendus dan membongkar jaringannya,” ujarnya pada wartawan pada Kamis siang (25/7).

Seorang yang ditangkap lainnya berinisial CN adalah mantan penghuni lapas yang baru bebas. Setelah menjalani masa hukuman satu tahun, dia membentuk jaringan yang dikendalikan oleh AB dari dalam penjara.

Raja menjelaskan modus operandi para pengedar menggunakan sarana komunikasi dalam media sosial, sehingga memudahkan para pembeli dan penjual berkomunikasi. BNNP kini tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mendalami penggunaan alat komunikasi di dalam Lapas yang seharusnya steril dari alat komunikasi atau telepon.

Baca Juga:  Bukannya Rajin Beribadah, Seorang Nenek Malah Jualan Barang Haram

Penggunaan telepon genggam dan alat komunikasi, ujar Raja adalah kewenangan Kalapas, namun seharusnya sesuai peraturan alat komunikasi dilarang berada di lapas atau dipegang para warga binaan.

“Pihak lapas kooperatif dengan BBNP Kaltim sehingga kita bisa cepat membongkar dan menangkap pelakunya. Sementara masih ada tersangka lain yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujarnya. (Aza/YAN/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here